Terbesit melintas
bagai lalat yang tak diundang
hinggap di pucuk minum manis mu.
Pertanda!
kah?
Keberapakali sudah
membuka-buka pesan
dari seorang teman
yang baru saja akrab belakangan ini.
hinggap di pucuk minum manis mu.
Pertanda!
kah?
Keberapakali sudah
membuka-buka pesan
dari seorang teman
yang baru saja akrab belakangan ini.
Tak disangka tak dinyana
akhirnya si Lina..
yang selalu aktif tiada lelah
bergelut di dunia berdimensi maya
lagi-lagi memberikan kesempatan yang tak boleh dilewatkan.
Seketika saja
jantung ini berdebar
aliran darah bergejolak dengan kencangnya
sorotan mata membelalak tajam
beserta deru nafas yang tidak teratur
begitu melihat semua isi dibalik pesan tersebut.
Sungguh..
seperti dahan yang tak'kan rapuh
untuk bertengger bagi burung kecil
yang kelelahan mencari arah ini.
Semoga ranting-rantingmu
dapat memberi asupan
dalam mencukupi kebutuhan
serta hasrat berkarya.
Agar senantiasa si burung kecil ini
dapat mengepakkan sayap dengan gagahnya,
kelak_

No comments:
Post a Comment